KOMPAS
Selasa, 28 Agustus 2012
Halaman 4
Amstrong dan Jiwa Penjelajahan
Manusia yang pertama menginjakkan kaki dipermukaan Bulan adalah program Apollo II, 20 Juli 1969,
Neil Armstrong, wafat Sabtu (25/8).
Bukan hanya kedua koleganya yang ambil bagian dalam missi Apolla II-Edwin Buzz Aldrin dan Michael Collis- yang kehilangan, melainkan juga bangsa Amerika.Bahkan juga umat manusia yang telah diwakilinya duta pertama dari Bumi yang menapak di dunia lain.
Saat menjadi komandan misi Apollo II yang meluncur dari Tanjung Caraneval tanggal 16 Juli 1969, Amstrong bersama kedua rekan astronotnya berada di pucuk roket raksasa Saturnus V yang sediikit lebih tinggi dari tugu Monas. Satu penerbangan yang sanmgat mendebarkan.
Sesudah misi Apollo II berakhir (1972) belum ada lagi pendaratan bersejarah di Bulan atau planet lain. Namun semangat yang dipancarkan dari misi Apollo hingga kini terus hidup dikalangan orang muda yang didambakan penjelajahan besar yang merentang jiwa umat manusia serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Antariksa dianggab sebagai pembatasan terakhir, jadi kita diharapkan punya semangat untukl menjelajahi pembatasan yang ada di darat, laut, dan udara.
Kita yakin dengan menjawab tantangan itu, akan ikut tertariklah bakat dsan kemanmpuan lain yang dimiuliki bangsa kita. Untuk itu kita juga membutukhkan pemipin yuang visioner sebagaimana mendiang presiden John F Kennedy yang pidatonya melahirkan program Apollo di dasawarsa 1960-an
OPINI
Amstrong adalah jiwa pahlawan yang sangat terkenal di dunia, dimana Amstrong adalah orang yang pertama menginjakkan kaki di Bulan, untuk itu harus harus tetap mengenang jasanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar